Survey & Sosialisasi Kegiatan Pendampingan Website Nagari Di Cluster VII Koto & Padang Sago, Kab Padang Pariaman

A. Pendahuluan

Sesuai permintaan dari perantau & tokoh masyarakat yang berasal dari 10 nagari di kec. VII Koto (Nagari Sungai Sariak, Balah Aia, Lareh Nan Panjang & Lurah Ampalu), kec. Padang Sago (Nagari Koto Dalam, Koto Baru & Batu Kalang) serta kec. Patamuan (Nagari Sungai Durian, Tandikek & Tandikek Utara), LPM Marapalam melakukan survey & sosialisasi Pendampingan Website Nagari kepada 10 pemerintahaan nagari di Kec. VII Koto,  Kec. Padang Sago & Kec. Patamuan kab. Padang Pariaman.

Dari hasil survey, ditinjau dari jumlah nagari & wilayah untu selanjutnya kita bagi menjadi 2 cluster yaitu :

  1. Cluster VII Koto Padang Sago, dengan nagari-nagari sebagai berikut :
    – Nagari Sungai Sariak (kec. VII Koto) ket : tempat lokasi pelatihan bersama
    – Nagari Balah Aia (kec. VII Koto)
    – Nagari Lareh Nan Panjang (kec. VII Koto)
    – Nagari Lurah Ampalu (kec. VII Koto)
    – Nagari Koto Dalam (kec. Padang Sago)
  2.  Cluster Patamuan Padang Sago, dengan nagari-nagari sebagai berikut :
    – Nagari Koto Baru (kec. Padang Sago)
    – Nagari Batu Kalang (kec. Padang Sago)
    – Nagari Tandikek (kec. Patamuan)
    – Nagari Tandikek Utara (kec. Patamuan)
    – Nagari Sungai Durian (kec. Patamuan) ket : tempat lokasi pelatihan bersama

Untuk keperluan rencana pendampingan website nagari yang sepenuhnya akan didukung oleh perantau-perantau yng tergabung dalam organisasi perantau dari 3 kecamatan ini yaitu (IK VII Koto – Ikatan Keluarga VII Koto Bersatu) yang merupakan sinergi lanjutan dari Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) & Pemkab. Padang Pariaman yang disepakati akhir Oktober 2011 yang lalu di Jakarta.

LPM Marapalam memulai survey & sosialisasi 25 Mei 2012 pukul 08.00 wib, dimulai dengan melakukan koordinasi dengan PT Telkom Plasa Sicincin untuk mengetahui kondisi jaringan kabel telepon di 3 kecamatan ini. Selanjutnya melakukan survey berturut-turut selama 2 hari ke nagari-nagari dengan urutan sebagai berikut : Sungai Sariak, Lurah Ampalu, Balah Aia, Lareh Nan Panjang, Tandikek, Tandikek Utara, Batu Kalang, Koto Baru, Koto Dalam & Sungai Durian.

Untuk selanjutnya bahasan hasil survey & sosialisai akan kami khususkan kepada cluster VII Koto Padang Sago.

B. Hasil Survey pada 5 nagari di kec. VII Koto & kec. Padang Sago

1. Nagari Sungai Sariak, VII Koto.

  • Koneksi jaringan internet : line telepon/speedy, sampai saat ini masih terpasang & aktif dipakai. Hanya diperlukan biaya pendaftaran pelanggan speedy sebesar Rp. 50.000,- dimana selanjutnya PT Telkom Plasa Sicincin akan melakukan pemasangan disertai pemberian modem gratis. Paket speedy yang dibutuhkan =>  speedy unlimited socialia.
  • Peralatan tambahan yang butuhkan saat ini adalah :
    1 unit PC sejenis Intel Pentium Dualcore  & Monitor LCD 19″
    1 unit kamera digital pocket
    Kisaran biaya yang dibutuhkan Rp. 3.800.000,-
  • Komputer yang ada di kantor pemerintahan nagari saat ini 1 unit Pentium IV, laptop Pentium Dual Core & printer

2. Nagari Balah Aia, VII Koto.

  • Koneksi jaringan internet : line telepon/speedy, saat ini belum terpasang. Dikarenakan lokasi kantor pemerintahan nagari Balah  Aia berada 120 meter dari Pasar Baru jalan raya Pariaman – Sicincin, diperlukan koordinasi bersama antara tim Petik Pemkab Padang Pariaman dengan PT Telkom Plasa Sicincin agar ada penambahan sekitar 3 tiang telpon sehingga bisa mencapai kantor pemerintahan nagari Balah Aia.
    Selain itu, diperlukan biaya pemasangan telepon & pendaftaran pelanggan speedy sebesar Rp. 350.000,- dimana selanjutnya PT Telkom Plasa Sicincin akan melakukan pemasangan telepon disertai pemberian modem gratis. Paket speedy yang dibutuhkan =>  speedy unlimited socialia.
  • Peralatan tambahan yang butuhkan saat ini adalah :
    1 unit PC sejenis Intel Pentium Dualcore  & Monitor LCD 19″
    1 unit kamera digital pocket
    Kisaran biaya yang dibutuhkan Rp. 3.800.000,-
  • Komputer yang ada di kantor pemerintahan nagari saat ini 2 unit Pentium IV, laptop Pentium Dual Core & printer

3. Nagari Lareh Nan Panjang, VII Koto.

  • Koneksi jaringan internet : GSM (Telkomsel), saat ini jaringan kabel telpon di nagari Lareh Nan Panjang belum terpasang. Oleh karena itu, alternatif koneksi yang bisa digunakan melalui GSM dengan provider telkomsel (Simpati).
    Dibutuhkan modem USB type highspeed dilengkapi pigtail serta antena penangkap sinyal untuk menjamin kualitas sinyal yang stabil, mengingat wilayah ini berada di lereng perbukitan yang banyak ditumbuhi tanaman kelapa rakyat. Tiang antena dianjurkan menggunakan besi dengan tinggi 12 meter (2 stik) dengan ukuran 3-4 inchi. Untuk alternatif lain bisa digunakan batangan bambu dengan panjang 10 meter.
    Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp.  1.100.000
  • Peralatan tambahan yang butuhkan saat ini adalah :
    1 unit PC sejenis Intel Pentium Dualcore  & Monitor LCD 19″
    1 unit kamera digital pocket
    Kisaran biaya yang dibutuhkan Rp. 3.800.000,-
  • Dibutuhkan paling tidak 1 unit PC tambahan mengingat komputer yang ada saat ini di kantor pemerintahan nagari Lareh Nan Panjang dalam kondisi rusak. Peralatan komputer lainnya hanya 1 unit laptop sejenis intel pentium III. Apabila dana tidak memungkinkan, intel pentium IV second hand sudah lebih dari cukup.

4. Nagari Lurah Ampalu, VII Koto.

  • Koneksi jaringan internet : GSM (Telkomsel), saat ini jaringan kabel telpon di nagari Lareh Nan Panjang belum terpasang. Oleh karena itu, alternatif koneksi yang bisa digunakan melalui GSM dengan provider telkomsel (Simpati).
    Dibutuhkan modem USB type highspeed dilengkapi pigtail serta antena penangkap sinyal untuk menjamin kualitas sinyal yang stabil, mengingat wilayah ini berada di lereng perbukitan yang banyak ditumbuhi tanaman kelapa rakyat. Tiang antena dianjurkan menggunakan besi dengan tinggi 12 meter (2 stik) dengan ukuran 3-4 inchi. Untuk alternatif lain bisa digunakan batangan bambu dengan panjang 10 meter.
    Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp.  1.100.000
  • Peralatan tambahan yang butuhkan saat ini adalah :
    1 unit PC sejenis Intel Pentium Dualcore  & Monitor LCD 19″
    1 unit kamera digital pocket
    Kisaran biaya yang dibutuhkan Rp. 3.800.000,-
  • Komputer yang ada di kantor pemerintahan nagari saat ini 2 unit Pentium IV & printer

5. Nagari Koto Dalam, Padang Sago.

  • Koneksi jaringan internet : GSM (Telkomsel), saat ini jaringan kabel telpon di nagari Lareh Nan Panjang belum terpasang. Oleh karena itu, alternatif koneksi yang bisa digunakan melalui GSM dengan provider telkomsel (Simpati).
    Dibutuhkan modem USB type highspeed dilengkapi pigtail serta antena penangkap sinyal untuk menjamin kualitas sinyal yang stabil, mengingat wilayah ini berada di lereng perbukitan yang banyak ditumbuhi tanaman kelapa rakyat. Tiang antena dianjurkan menggunakan besi dengan tinggi 12 meter (2 stik) dengan ukuran 3-4 inchi. Untuk alternatif lain bisa digunakan batangan bambu dengan panjang 10 meter.
    Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp.  1.100.000
  • Peralatan tambahan yang butuhkan saat ini adalah :
    1 unit PC sejenis Intel Pentium Dualcore  & Monitor LCD 19″
    1 unit kamera digital pocket
    Kisaran biaya yang dibutuhkan Rp. 3.800.000,-
  • Komputer yang ada di kantor pemerintahan nagari saat ini 2 unit Pentium IV & printer
C. Kesimpulan

 Berikut rincian biaya yang diperlukan dalam kegiatan pendampingan website nagari di cluster VII Koto Padang Sago

  1.  Biaya Peralatan :
    Nagari Sungai Sariak : Rp 3.850.000,
    Nagari Balah Aia : Rp. 4.150.000,-
    Nagari Lareh Nan Panjang : Rp. 4.900.000,-
    Nagari Lurah Ampalu : Rp. 4.900.000,-
    Nagari Koto Dalam : Rp. 4.900.000,-
  2. Biaya Pelatihan selama 1 bulan & Donasi untuk LPM Marapalam : Rp. 5.000.000,-
  3. Biaya Operasional Tenaga Pendamping selama 1 bulan  : Rp. 2.500.000,-
  4. Transportasi peserta 25 personil @ Rp 200.000,- : Rp. 5.000.000
  5. Biaya Domain & Hosting : konfirmasi ke pak Ali Unan (DPP PKDP)
  6. Biaya konsumsi peserta selama 1 bulan : konfirmasi ke Wali Nagari Sungai Sariak

Berikut hasil laporan ringkas yang dapat kami lakukan pada Cluster VII Koto Padang Sago, Kab. Padang Pariaman. Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

Padang, 26 Februari 2012

Armen Zulkarnain
Direktur Teknis & Lapangan
081275441828

Dipublikasikan untuk organisasi perantau IK VII Koto Padang Pariaman
tembusan :
– DPP PKDP
– Tim Petik Pemkab Padang Pariaman.

dokumentasi :

Kantor pemerintahan nagari Sungai Sariak kec. VII Koto

Pertemuan dengan Pemerintahan Nagari Sungai Sariak bersama perantau VII Koto pak Ali Munir.

Masjid Raya Guguak Kanagarian Lurah Ampalu yang memerlukan perbaikan pasca bencana gempa 30 September 2009

Kantor Pemerintahan Nagari Koto Dalam Kec. Padang Sago

Kantor Pemerintahan Nagari Lareh Nan Panjang Kec. VII Koto

Tower GSM di Kec. Padang Sago yang berada di jalan lintas antara Padang Sago – Pariaman

Terdapat 7  elemen anntena receiver yang mampu menerima 2100 kontak dalam waktu bersamaan berikut 1 outbond yang mengarah ke Pariaman. Koneksi GSM di kec.Padang Sago &  kec.VII Koto cukup baik kondisinya melihat sebaran tower GSM yang lebih merata dibanding kec. IV Koto Aua Malintang

Salah satu Warung Internet yang terdapat di pasar Padang Sago. Walaupun di kecamatan ini tidak terdapat jaringan kabel telepon, hal ini bisa dilakukan dengan mengunakan teknologi wirelles. Berkemungkinan outbond wirelles warnet Andi.Net ini berada di wilayah Pariamanmelihat arah anntenanya.

Tampak dari dekat anntena microtik wirelles warnet Andi.Net di pasar Padang Sago. Kedepan, perlu dipikirkan bagaimana perantau-perantau minang bisa membangun jaringan microtik di nagari-nagari sehingga seluruh nagari di Sumatera Barat bisa terakses internet yag bisa menjadi Badan Usaha Milik Nagari (BUMN) yang memberikan pemasukan alternatif pemerintahan nagari selain dari DAUN. Hal ini amat mungkin dilakukan bila saja melakukan koordinasi dengan pemda kabupaten setempat dengan memanfaatkan tower GSM yang ada di nagari-nagari.

Tampak kondisi dalam warnet di Padang Sago. Diharapkan kedepan seluruh pemerintahan nagari di Sumatera Barat bisa melakukan perbaikan dengan melakukan kontrol terhadap warnet-warnet yang ada di nagari, sehingga anak kemanakan bisa memperoleh hasil maksimal dengan adanya komunikasi internet di nagari.

Advertisements

Survey & Sosialisasi Kegiatan Pendampingan Website Nagari Di Cluster V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur, Kab Padang Pariaman

Sesuai rencana, perjalanan LPM Marapalam melakukan sosialisasi kepada 5 pemerintahaan nagari di Kec. V Koto Kampuang Dalam & Kec. V Koto Timur kab. Padang Pariaman untuk keperluan rencana pendampingan website nagari yang sepenuhnya akan didukung oleh perantau-perantau dari 2 kecamatan ini (IK LIMKOS – Ikatan Keluarga Limo Koto & sekitarnya) yang merupakan sinergi dari Persatuan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) & Pemkab. Padang Pariaman.

Tim memulai survey 23 Februari 2012 pukul 11.00 wib dari Pariaman, yang kemudian mengunjungi nagari Campago, V Koto Kampuang Dalam. Diterima oleh Wali Nagari Campago, Fabet Effendi untuk sosialisasi sekaligus melakukan pendataan koneksi internet yang terdapat di nagari serta jumlah perangkat komputer yang dimiliki. Selanjutnya perjalanan diteruskan menuju nagari Kudu Gantiang, V Koto Timur untuk melakukan pendataan. Rute ini dipilih karena wali nagari Sikucue, Masril sedang melakukan pertemuan dengan bupati Padang Pariaman Ali Mukhni untuk menyerahkan bantuan dari pangajian wirid yasin SKPD Pemkab Padang Pariaman di Toboh Marunggai kepada Netti Irawati, anak nagari Sikucue yang menderita penyakit kanker kulit ganas.

Dari hasil koordinasi dengan wali nagari Kudu Gantiang, Syafnil Oyon, yang sedang menghadiri kegiatan Badikie di beberapa surau nagari bersama Camat V Koto Timur, Nini Arlin S.Sos, dilakukan dokumentasi & pendataan di kantor pemerintahan nagari yang diterima oleh Seknag Kudu Gantiang, Dedi Aprianto, SE.

Perjalanan diteruskan ke nagari Gunuang Padang Alai, V Koto Timur & diterima oleh wali nagari Gunuang Padang Alai, Syafrizal SH. Setelah melakukan pendataan, kemudian perjalanan dilanjutkan ke nagari Sikucue, V Koto Kampuang Dalam, bertemu dengan Wali Nagari Masril. Setelah ba’da Maghrib tim LPM Marapalam bersama wali nagari menuju kantor pemerintahan nagari Sikucue untuk meninjau langsung kondisi peralatan yang ada serta melakukan dokumentasi.

Atas koordinasi wali nagari Sikucue, malam itu juga dihubungi via ponsel wali nagari Limau Puruik, Arifnal SPd & sepakat bertemu di rumah beliau. Setelah dilakukan sosialisasi, dirundingkan bersama dengan wali nagari Sikucue untuk melakukan pertemuan esok harinya di kantor pemerintahan nagari Campago bersama 5 wali nagari beserta 2 Camat. Semula jadwal pertemuan direncanakan pagi hari, namun setelah koordinasi dengan seluruh wali nagari bersama kecamatan disepakati untuk melakukan pertemuan pukul 15.00 wib 24 Februari 2012 di kantor pemerintahan nagari Campago, V Koto Kampuang Dalam.

Keesokan harinya, tepat pukul 15.00 wib diadakan pertemuan bersama antara LPM Marapalam dengan 5 wali nagari di 2 kecamatan bersama camat V Koto Timur & Sekcam V Koto Kampuang Dalam. Lokasi pertemuan dilakukan di depan kantor pemerintahan nagari, hal ini dikarenakan ruang pertemuan kantor pemerintahan nagari masih dipakai oleh masyarakat untuk pertemuan membahas koperasi nagari bersama-sama lembaga nagari terkait.

Dari hasil pertemuan dilakukan sosialisasi tentang rencana kegiatan pendampingan website nagari ci Cluster V Koto Kampuang Dalam & V koto Timur, dimana seluruh hal teknis dibahas mulai dari peralatan pelatihan, bantuan peralatan dari perantau, koneksi jaringan internet, jumlah peserta pelatihan yang dibutuhkan, waktu pelatihan serta koordinasi dengan organisasi perantau IK LIMKOS, DPP PKDP & Tim Petik Pemkab Padang Pariaman.

Setelah data perantau diperoleh dari masing-masing wali nagari, pada saatnya data ini akan diteruskan oleh LPM Marapalam ke DPP PKDP di Jakarta untuk kemudian dilakukan sosialisasi serta koordinasi menyeluruh kepada perantau-perantau yang berasal dari 5 nagari di kec. V Koto Kampuang Dalam & kec. V Koto Timur, kab. Padang Pariaman.

========================

1. Nagari Campago, V Koto Kampuang Dalam (WN Fabet Effendi).

a. Koneksi jaringan internet : line telepon/speedy : sejak pasca gempa 2009 tidak terpasang => Dilakukan pendaftaran kembali beserta paket speedy unlimited paket socialia.

b. Peralatan yang ada saat ini 3 unit komputer dengan spesifikasi :

PC 1
– Intel Pentium IV 2,4 GHz
– Monitor LCD 15″
– Hardisk 40 Gygabyte
– Memorry 512 Megabyte

PC 2
– Intel Pentium IV 2,8 GHz
– Monitor CRT 15″
– Hardisk 80 Gygabyte
– Memorry 512 Megabyte

PC 3
– Intel Pentium IV 1,8 GHz
– Monitor CRT 15″
– Hardisk 40 Gygabyte
– Memorry 512 Megabyte
Printer
– Printer HP 3920 kondisi baik
– Printer HP 3920 kondisi baik
– Printer HP D1660 kondisi baik

c. Perlu penambahan 1 unit komputer Intel Pentium Dual Core dari perantau.
========================

2. Nagari Sikucue, V Koto Kampuang Dalam (WN Masril)

a. Kondisi Jaringan GSM buruk (Telkomsel)

b. Peralatan yang ada saat ini 1 unit komputer dengan spesifikasi :
– Intel Pentium Core to duo 2,2 GHz
– Monitor LCD Samsung 19″
– Hardisk 160 Gygabyte
– Memorry 1 Gygabyte

Printer
– Printer Canon IP 2770 kondisi baik

c. Perlu tambahan 1 unit komputer Intel Pentium Dual Core + Modem USB type Highspeed + Antenna Penangkap Sinyal + Camera Digital Pocket dari perantau.
========================

3. Nagari Limau Puruik, V Koto Timur (WN Arifnal, SPd)

a. Kondisi Jaringan GSM Buruk (Telkomsel)

b. Peralatan yang ada saat ini 1 unit komputer dengan spesifikasi :
– Intel Pentium Dual Core 2,7 GHz
– Monitor LCD Acer 19″
– Hardisk 160 Gygabyte
– Memorry 1 Gygabyte

Printer
– Printer Canon IP 2770 kondisi baik

c. Perlu tambahan 1 unit komputer Dual Core + Modem USB type Highspeed + Antenna Penangkap Sinyal + Camera Digital Pocket dari perantau.
========================

4. Nagari Kudu Gantiang, V Koto timur (WN Syafnil Oyon)

a. Kondisi Jaringan GSM Buruk (Telkomsel)

b. Peralatan yang ada saat ini 1 unit komputer dengan spesifikasi :
– AMD Athlon 2,9 GHz
– Monitor LCD Acer 15″
– Hardisk 160 Gygabyte
– Memorry 1 Gygabyte

Printer
– Printer Canon IP 2770 kondisi baik

c. Perlu tambahan 1 unit komputer Dual Core + Modem USB type Highspeed + Antenna Penangkap Sinyal + Camera Digital Pocket dari perantau.
========================

5. Nagari Gunuang Padang Alai, V Koto timur (WN Syafnil Oyon)

a. Kondisi jaringan GSM : Baik (Telkomsel).

b. Peralatan yang ada saat ini hanya mesin tik, kantor pemerintahan nagari rata dengan tanah ketika gempa 29 September 2009.

c. Perlu tambahan 1 unit komputer Dual Core + Modem USB type Highspeed + Printer Inkjet + Camera Digital Pocket dari perantau.

========================

Berikut hasil laporan ringkas yang dapat kami lakukan pada Cluster V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur, kab. Padang Pariaman. Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

Padang, 26 Februari 2012

LPM Marapalam

Kantor Pemerintahan Nagari Campago, Kec. V Koto Kampuang Dalam. Tampak pada foto, tiang telepon PT Telkom yang merupakan infrastruktur jaringan internet koneksi telepon yang bisa digunakan nagari dengan fasilitas speedy.

Sisi lain kantor pemerintahan nagari Campago, pada gambar terlihat gedung pemerintahan ini dalam kondisi layak pakai, namun apabila kita melihat pada sisi bagian dalam sebenarnya banyak terdapat retakan yang harus diperbaiki dengan segera akibat gempa 30 September 2009 yang lalu.

2 unit komputer yang digunakan pada ruangan Kaur pemerintahan nagari Campago untuk memproduksi surat-surat pelayanan masyarakat nagari.

1 unit kumputer pada ruangan sekretaris nagari Campago, Kec. V Koto Kampuang Dalam.

Kantor darurat pemerintahan nagari Kudu Gantiang, Kec. V Koto Timur. Kantor ini merupakan bangunan semi permanen dengan dinding triplek. Saat ini kantor pemerintahan nagari Kudu Gantiang dalam kondisi rusak berat akibat gempa 30 September 2009.

Sisi lain kantor pemerintahan nagari Kudu Gantiang, Kec. V Koto Timur.

Sekretaris nagari bersama Kaur di kantor pemerintahan nagari Kudu Gantiang saat menerima LPM Marapalam untuk keperluaan pendataan infrstruktur & peralatan komputer di nagari.

Peralatan komputer yang dimiliki pemerintahan nagari Kudu Gantiang, Kec. V Koto Timur

Bersama Wali Korong, Sekretaris nagari & Kaur di kantor pemerintahan nagari Kudu Gantiang.

Tampak pada foto kantor darurat pemerintahan nagari Gunuang Padang Alai, Kec. V Koto Timur. Pada sebelah kiri foto terlihat sisa bangunan kantor pemerintahan nagari Kudu Gantiang yang hancur ketika gempa 30 September 2009. Menurut informasi yang diterima dilapangan, pemkab Padang Pariaman memprioritaskan pembangunan kembali kantor pemerintahan nagari ini.

Sisi depan kantor pemerintahan nagari Gunuang Padang Alai.

Saat ini pemerintahan nagari Gunuang Padang Alai tidak memiliki perangkat komputer untuk pelayanan masyarakat nagari. Hanya tersisa 1 unit mesing tik yang berhasil selamat dari bencana gempa 30 September 2009.

Wali Nagari Gunuang Padang Alai bersama staf ketika menerima LPM Marapalam untuk melakukan pendataan peralatan & kondisi jaringan internet di nagari.

Meja komputer yang masih bisa diselamatkan ketika gempa 30 September 2009. Mudah-mudahan dengan publikasi ini perantau LIMKOS bisa membantu pengadaan peralatan komputer paling tidak 2 unit untuk kelancaran pelayanan masyarakat nagari Gunuang Padang Alai dengan jumlah penduduk 10.196 jiwa (sensus penduduk 2010).

Tampak depan kantor pemerintahan nagari Sikucue, Kec. V Koto Kampuang Dalam. Tampak pada foto pada sisi kanan bangunan disangga dengan kayu. Sekitar 45% diding bagian atas bangunan kantor hanya bertumpu pada bata bagian bawah. Sudah selayaknya kantor ini dilakukan perbaikan segera, semoga perantau bisa memberikan bantuan dimasa yang akan datang.

Kayu penyangga ini digunakan untuk mengurangi beban dinding terhadap berat atap bangunan kantor pemerintahan nagari Sikucue.

Bagian samping kantor pemerintahan nagari Sikucue dilihat dari dalam. Semoga bisa dilakukan perbaiakan secepatnya.

Peralatan komputer di kantor pemerintahan nagari Sikucue, Kec. V Koto Kampuang Dalam

Wali Nagari Sikucue, Masril ketika menerima LPM Marapalam untuk melakukan pendataan perangkat komputer serta koneksi jaringan GSM. Nagari ini merupakan salah satu nagari di Cluster V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur yang memiliki koneksi GSM terlemah dengan minimnya jumlah antenna terpasang di tower provider Telkomsel dengan jumlah penduduk 15.921 jiwa (sensus 20100. Tingginya jumlah pengguna ponsel mengakibatkan jaringan koneksi GSM di nagari ini kerap overload pada jam tertentu.

Kantor pemerintahan nagari Limau Puruik, Kec. V Koto Timur yang saat ini tidak digunakan untuk sementara waktu akibat kerusakan yang dialami ketika gempa 30 September 2009.

Meskipun tidak digunakan lebih 2 tahun, kantor pemerintahan nagari Limau Puruik secara swadaya terus dilakukan perbaikan secara bertahap. Tampak pada foto tiang bangunan yang diganti & diperbanyak untuk mempertahankan bangunan di wilayah rawan gempa.

Kantor darurat pemerintahan nagari Limau Puruik, Kec. V Koto Timur. Kantor ini 100 % materialnya dibuat dari bahan kayu.

Peralatan komputer di kantor pemerintahan nagari Limau Puruik, Kec. V Koto Timur.

Sisi lain kantor pemerintahan nagari Limau Puruik.

Pertemuan bersama LPM Marapalam dengan 5 Wali Nagari Cluster V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur, Camat V Koto Timur beserta Sekretaris Camat V Koto Kampuang Dalam.

Ke 5 Wali Nagari sedang berdiskusi membahas rencana pendampingan website nagari bersama Camat V Koto Timur, Nini Arlin, S.Sos (baju biru), tampak di sebelah kanan Camat V Koto Timur adalah Wali Nagari Kudu Gantiang, Syafnil Oyon, lalu Wali Nagari Limau Puruik, Arifnal SPd, kemudian Wali Nagari Campago, Fabet Effendi (menghadap kamera), Sekretaris Camat V Koto Kampuang Dalam, Syafril SPd (memakai peci), Wali Nagari Sikucue, Masril (memakai topi).

Sekretaris Camat V Koto Timur , Syafril SPd & Wali Nagari Campago, Fabet Effendi dalam diskusi bersama LPM Marapalam.

Wali Nagari Sikucue, Masril bersama Wali Nagari Gunuang Padang Alai, Syafrizal, SH.

Wali Nagari Kudu Gantiang, Syafnil Oyon bersama Camat V Koto Timur, Nini Arlin, S.Sos

Diskusi bersama dilakukan di palanta depan kantor pemerintahan nagari Campago, Kec. V Koto Kampuang Dalam. Hal ini dikarenakan rapat koperasi masyarakat nagari Campago masih berlangsung di kantor pemerintahan nagari.

Masyarakat nagari Campago yang sedang melakukan pertemuan membahas koperasi nagari.

Tampak dari pintu masuk kantor pemerintahan nagari, palanta diskusi ke 5 wali nagari kec. V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur bersama Camat V Koto Timur & Sekcam V Koto Kampuang Dalam.

Wali Nagari Limau Puruik, Arifnal SPd sedang menulis daftar nama perantau beserta kontak person yang diperlukan DPP PKDP untuk mensosialisasikan kegiatan pendampingan website nagari di Cluster V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur.

Wali Nagari Gunuang Padang Alai, Syafrizal, SH sedang menulis daftar nama perantau beserta kontak person yang diperlukan DPP PKDP untuk mensosialisasikan kegiatan pendampingan website nagari di Cluster V Koto Kampuang Dalam & V Koto Timur.

Lubuak Larangan Alahan Bakali, Simpang Sarik Manih Nagari III Koto Aue Malintang Utara

Gotong royong membangun nagari merupakan khazanah lama dari budaya minangkabau, dimana pada tradisi lisan minangkabau disebutkan kebersamaan dalam masyarakat di nagari merupakan modal penting untuk membangun nagari. Kali ini LPM Marapalam berada di Cluster IV Koto Aue Malintang kabupaten Padang Pariaman dalam kegiatan pedampingan website nagari dimana hal ini berlangsung atas kerjasama DPP PKDP dengan pemkab Padang Pariaman dalam membangun jejaring nagari cyber yang dicanangkan sejak Januari 2012.

Pagi itu, 26 Januari 2012 setelah saya memberikan materi pelatihan website nagari selama 2 hari berturut-turut khusus untuk admin-admin di nagari III Koto Aue Malintang  Utara, tersusun rencana untuk melakukan hunting ke 6 korong yang ada di nagari ini. Sebenarnya akan sangat baik apabila hal ini didampingi oleh masing-masing wali korong yang ada, sehingga dokumentasi potensi nagari yang ada bisa diekspos lebih maksimal. Namun dunsanak seranah minang, survey & sosialisasi yang telah kita lakukan secara lisan pada 21-22 November 2011 yang lalu terkadang koordinasinya tidak berjalan seperti yang kita harapkan, sebab pada masa itu terjadi transisi kepemimpinan di 4 dari 5 nagari yang ada di cluster IV Koto Aue Malintang,  dari Pjs wali nagari yang ada ke wali nagari defenitif yang dipilih secara demokrasi langsung. Hal ini tidaklah bisa kita dengan serta merta menyalahkan individu perangkat nagari yang ada, sebab lebih terpulang bagaimana komunikasi perantau dengan pemerintahan nagarinya sehingga lebih siap dalam kegiatan pendampingan website nagari.

Pagi itu saya keluar dari kantor pemerintahan nagari III Koto Aue Malintang Utara di Padang Lariang setelah mengunci pintu kantor serta menitipkannya kepada tetangga di sebelah kantor. Sesuai rencana dari hasil mempelajari peta nagari edisi 1935 yang saya edit sendiri dari literatur peta Sumatera Universitas Leiden Belanda, serta hasil liputan sepekan yang lalu ke Sadang, Simpang Sarik Manih ketika menghadiri lomba PKK tingkat provinsi yang dibuka oleh bupati Ali Mukhni, pagi ini akan menncoba menyusuri jalan kampung di Landua melerengi perbukitan hingga ke batang Antokan di Korong Sarik Manih. Dari tofografi peta yang ada ada kemungkinan mendapatkan foto panorama persawahan di nagari dari atas perbukitan. Ternyata dugaan saya tidak keliru, subhanallah…. pagi itu terpampang keindahan alam yang indah, dimana terbentang persawahan mulai dari Siguhuang hingga ke Lubuk Basung kabupaten Agam, dengan keindahan aliran batang Antokan yang berhulu di Maninjau nun jauh disana akan bermuara di Muaro Putuih nagari Tiku Utara kec. Tanjuang Mutiara kab. Agam.

Keindahan panorama persawahan di Landua, nagari III Koto Aue Malintang Utara, Padang Pariaman dari perbukitan dengan sisi pandang 180º. Tampak aliran batang Antokan yang berhulu di danau Maninjau yang saat ini sering digunakan sebagai aset wisata arung jeram oleh wisatawan yang datang.

Setelah menyusuri persawahan & tiba disebarang, niat semula akan mengunjungi korong Siguhuang yang berada di sebelah korong Simpang Sarik Manih. Namun sebelum tiba di Siguhuang, mata saya terpaku melihat aliran tali air yang digunakan masyarakat untuk usaha budidaya keramba ikan air tawar. Ukuran ikan yang ada disini rata-rata sudah mencapai berat 700 gram per ekor, mungkin 2 bulan kedepan sudah tiba pula masanya untuk dipanen. Selain keramba yang ada, kiranya Ikatan Pemuda Simpang Sarik Manih juga memiliki lubuk ikan larangan di tali air ini, dimana pada bagian luar keramba terdapat ikan raya (mas) yang berenang bebas di tali air. Biasanya setahun sekali lubuk larangan selalu dilakukan pembongkaran dimana pemuda sebagai salah satu kelompok masyarakat di nagari akan mempergunakan hasil penjualan ikan tersebut untuk kegiatan yang ada di nagari.

Keramba ikan air tawar yang terdapat pada saluran tali air irigasi persawahan, dimana masyarakat setempat memanfaatkan bagian tepi tali air untuk digunakan usaha budidaya keramba ikan air tawar. Jenis varietas ikan yang sering dibudidayakan disini adalah ikan raya (mas) & ikan nila dengan masa panen 6 bulan sekali.

Perjalanan saya lanjutkan terus ke arah mudiak, menyusuri tepi batang air Antokan dengan tujuan Siguhuang. Namun diperjalanan sepeda motor yang saya kendarai kembali terhenti ketika berada di pertigaan. Apabila arah yang saya tempuh terus ke hulu akan memasuki wilayah Siguhuang & pada sebelah kanan tampak jembatan buai kontruksi besi yang tampaknya baru  setahun dibangun, dimana kondisi cat & lantai jembatan masih kelihatan kondisi baru. Terus terang hati saya menjadi bercabang, mungkin lebih baik dicoba untuk mengunjungi kampung di sebarang, lagi pula persawahannya tertata dengan rapi yang tentu saja sangat menggoda untuk didokumentasikan. Lagi pula hari masih pagi, mungkin saja nanti diperjalanan bisa ditemui petani yang sedang membajak sawah atau aktifitas lainnya. Tentunya akan sangat berguna apabila bisa berkomunikasi langsung dengan petani, mulai dari harga pupuk, bibit ikan, harga jual hasil tani dan lain sebagainya yang sangat membantu mengukur digunakan sebagai penilaian tingkat kesejahteraan petani disini. Dan ternyata saya memang beruntung pagi ini, mengapa?

Jembatan buai konstruksi besi yang menghubungkan kampung Alahan Bakali dengan Simpang Sarik Manih. Jembatan pada batang air Antokan ini merupakan hasil program PNPM tahun 2010, dimana dana program PNPM melalui hasil musyawarah masyarakat nagari diperuntukan membangun jembatan sehingga transportasi masyarakat bisa lebih lancar untuk mengirimkan hasil bumi.

Mengapa saya sebutkan sangat beruntung? Sebab peristiwa pembongkaran lubuk larangan hanya dilakukan sekali setahun. Bahkan untuk batang Tiku & batang Gasan Gadang di nagari III Koto Aue Malintang Selatan, kegiatan ini hanya dilakukan 2 tahun sekali. Bagi saya yang memang bukan anak nagari, sebab berasal dari luhak 50 Koto & babako ka luhak Agam, akan sangat menarik bisa meliput kegiatan membongkar lubuk larangan yang ada disini. Informasi ini saya dapatkan ketika singgah ke sebuah lapau (satu-satunya) yang ada di Alahan Bakali. Setelah mempekenalkan diri, mulai berbasa-basi seperti umumnya cara berinteraksi di nagari diperoleh informasi bahwa hari ini akan dilakukan gotong royong bersama untuk membongkar lubuk larangan.

Demikianlah essay foto tentang kegiatan gotong royong masyarakat nagari di kampung Alahan Bakali, Korong Simpak Sarik Manih, Nagari III Koto Aue Malintang Utara, kabupaten Padang Pariaman yang jaraknya hanya 7 km dari Lubuk Basung ibukota kabupaten Agam. Semoga essay ini juga memberikan paparan bagi kita semua masyarakat minang yang ada di berbagai belahan dunia bahwa sangat penting artinya memberdayakan ulayat nagari yang ada untuk membangun infrastruktur di nagari dengan semangat gotong royong. Salam dari ranah minang, tanah pusako bundo kanduang – LPM MARAPALAM.

Masyarakat kampung Alahan Bakali yang sedang berkumpul di lapau. Rupanya pagi ini direncanakan akan membongkar lubuk larangan di sebelah selatan kampung. Sebelum aktifitas dilakukan, masyarakat bermusyawarah terlebih dahulu bagaimana teknis pelaksanaan pembongkaran lubuk larangan. Untuk diketahui, malam sebelumnya para tokoh masyarakat termasuk niniak mamak sudah memutuskan bahwa pagi ini lubuk larangan di wilayah selatan akan dibongkar yang hasilnya akan digunakan untuk pembangunan jembatan di wilayah hilir.

Setiap laki-laki di kampung ini, mulai dari urang sumando hingga ke mamak bergotong royong untuk maampang batang Alahan Bakali yang aliran airnya berasal dari batang antokan. Batang air ini panjangnya kira-kira 2 km yang pada wilayah hilirnya kembali bermuara ke batang Antokan.

Foto ini secara jelas menyampaikan bahwa masyarakat di nagari adalah petani yang rajin bergotong royong. Kampung Alahan Bakali ini posisinya berada pada wilayah paling hulu (mudiak) di korong Simpang Sarik Manih. Seperti tip yang selalu saya berikan kepada dunsanak dimana saja yang ingin melihat nagari yang masih kental kebersamannya, carilah wilayah mudiak dimana pengaruh budaya dari luar belum begitu terasa, sehingga kita bisa melihat kehidupan masyarakat di nagari nan saiyo sakato, hidup badunsanak, tampek batenggang raso jo pareso.

Penutupan aliran batang air selain dilakukan dengan tumpukan batu juga disertai dengan terpal plastik. Dengan kerjasama seluruh masyarakat baik pemuda, mamak & urang sumando, dalam waktu hanya beberapa jam kegiatan ini bisa dirampungkan.

Kondisi batang Alahan Bakali setalah 2 jam selesai diampang. Sesuai hasil musyawarah, batang air ini akan ditutup selama 1 bulan ke depan, Dimana pada batang air sepanjang + 2 km akan dibangun keramba pada bagian tepi sehingga penghasilan masyarakat bisa bertambah. Hal ini bisa dilakukan apabila gotong royong nan sato sakaki, barek samo dipikua bisa dilakukan di nagari. Adalah hal yang penting kegiatan ini bisa dilakukan pada ratusan nagari yang ada di ranah minang, sehingga proses babaliak ke sistem pemerintahan nagari bisa mencapai sasaran.

Jembatan inilah yang nantinya akan dillakukan perbaikan dari hasil penjualan ikan Lubuak larangan Alahan Bakali. Sejak dari dulu, masyarakat disini selaku melakukan swadaya bersama membangun infrastruktur yang ada di nagari.

Tampak pada foto bagian samping jembatan yang telah terpasang gorong-gorong dengan cara swadaya. Walau tampak konstruksinya sangat sederhana, hal ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam aktifitas sehari-hari yang bersawah & berladang, sehingga hasil bumi bisa didistribusikan langsung ke pasar di Lubuk Basung.

Seluruh masyarakat kampung Alahan Bakali tumpah ke batang air melakukan pemanenan ikan di lubuk larangan. varietas ikan yang ada antara lain : leman, raya, baung, gariang, nila & panjang. Di banyak nagari, kondisi batang air yang ada saat ini sudah jarang teradapat lubuk larangan. Akan lebih baik apabila di nagari-nagari di ranah minang hal ini bisa digiatkan kembali, selain untuk menjaga kelestarian sungai, juga bisa menopang perekonomian nagari & pembangunan infrastruktur yang ada nagari.

Salah satu ikan endemik Sumatera yang disebut ikan Panjang, walaupun bentuknya agak berbeda, memiliki cita rasa yang sangat gurih. Pada kegiatan membongkar lubuk larangan, baik tua maupun muda saling bacirabuik menangkap ikan yang ada sebagai salah satu gurauan ketika membongkar lubuk larangan.

Inilah ikan panjang terbesar yang berhasil ditangkap & terekam oleh kamera. Ketika terlihat seluruh masyarakat basihonjak riuh mengejar ikan ini agar tidak lari ke air. Posisi saya pada saat itu berada di atas jembatan, sehingga mudah mengabadikannya.

Mamak & kemanakan sama-sama berjibaku mencoba menangkap ikan panjang. Cara yang efektif menangkap ikan panjang adalah menggunakan sabit atau melemparnya dengan batu sungai. Perlu waktu paling tidak 20 menit hingga ikan ini menyerah setelah sempat menghilang ke dalam air. Warna tubuh yang coklat kehitang

Ikan Panjang terbesar hasil tanggapan masyarakat kampung Alahan Bakali. Untuk menangkap ikan ini diperlukan kehati-hatian, sebab dapat menggigit & menimbulkan luka yang cukup serius. Menurut keterangan masyarakat setempat apabila tergigit bagian anggota tubuh seperti jari tangan ataupun kaki, akan cukup sulit melepaskan gigitannya.

Ketika matahari mulai beranjak sore, masyarakat berkumpul di hilir batang air yang kembali bermuara di batang Antokan. Disini terpasang lukah yang merupakan alat tangkap terakhir yang digunakan untuk mengumpulkan ikan yang bergerak ke hilir sungai.

Kedua bocah ini menunggu dengan harap lukah yang akan dibuka ayahnya sambil berdoa semoga hasil yang diperoleh cukup banyak. Tentu saja bagi perantau minang hal ini adalah kenangan dimasa kecil yang tidak terlupakan, dimana dimasa kecil apabila mendapatkan seekor ikan yang cukup besar untuk diri sendiri adalah kebahagian yang tak terhinggga.

Ikan yang ditangkap kemudian dikumpulkan berdasarkan jenis, yang kemudian akan dibagi menjadi 42 tumpukan berdasarkan jumlah KK yang ada di Alahan Bakali, Korong Simpang Sarik Manih, Nagari III Koto Aue Malintang Utara, Padang Pariaman.

Tumpukan ikan hasil tangkapan bersama mulai dibagikan. Sore itu, diperoleh 42 tumpukan yang beratnya sekitar 4-5 kg per tumpuk. 41 tumpukan akan dibagikan dengan disertai penggantian uang oleh masyarakat nagari yang memperolehnya. Setelah itu, ikan yang ada bisa dibawa pulang ataupun dijual kembali oleh masyarakat kepada pengumpul yang akan menjualnya ke nagari sekitar. 1 tumpukan tersisa diberikan khusus oleh ketua pemuda IKPPS kepada fotografer... "Tarimo kasih pak ketua, indak ado doa panulak rasaki doh".

Ketua pemuda sedang memeriksa daftar nama masyarakat yang sudah menerima tumpukan ikan yang menjadi miliknya. Untuk 1 tumpukan, walaupun diperoleh masyarakat sendiri, harus disertai penggantian uang sebesar Rp. 35.000,-. Uang hasil penjualan inilah yang nantinya akan digunakan untuk memperbaiki jembatan yang ada.

Kebutuhan Peralatan Pendampingan Website Nagari

Assalamualaikum wr wb

Berikut kami lampirkan kebutuhan peralatan pendampingan website nagari  dalam rincian 1 Set yang nantinya akan dipakai oleh LPM Marapalam untuk pendampingan di nagari-nagari kab. Padang Pariaman. Peralatan yang selama tahun 2011 yang digunakan untuk pendampingan website nagari selama ini masih merupakan milik pribadi & pinjaman dari beberapa rekan yang ingin membantu menyukseskan rencana pendampingan website nagari di 135 kecamatan pada 11 kabupaten di Sumatera Barat.

Berikut kami rincikan item peralatan yang dibutuhkan untuk 1 unit peralatan pendampingan website nagari beserta rincian harga yang bisa berubah sewaktu-waktu sesuai fluktuasi dollar & ketersedian barang :

Kebutuhan peralatan pendampingan website nagari

Untuk 60 nagari di 17 kecamatan pada kabupaten Padang Pariaman yang terdiri dari 13 cluster membutuhkan paling tidak 2 set peralatan agar target pendampingan yang direncanakan berlangsung mulai Januari hingga Desember 2012 bisa diselesaikan. Dengan begitu LPM Marapalam bisa melakukan pendampingan pada 10 kabupaten lainnya di provinsi Sumatera Barat.

Diagram Peralatan Pelatihan Website Nagari Untuk Wilayah Nagari Terhubung Dengan Line Telepon PT Telkom >> dengan mendaftarkan line telepon pada setiap kantor pemerintahan nagari dan menggunakan paket speedy Socialia line speed 384 kb/s unlimited biaya bulanan Rp. 195.000,- + ppn 10 %

Pendampingan website nagari yang akan dilakukan LPM Marapalam berdasarkan MOU yang telah disepakati Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) dengan pemkab Padang Pariaman pada akhir Oktober 2011 yang lalu di Jakarta nantinya akan diperoleh sumbangan bantuan peralatan senilai Rp. 2.500.000,- pada setiap cluster yang telah dilakukan pendampingan dari organisasi perantau (IK) nagari yang dilakukan pendampingan. Dengan jumlah 13 cluster diharapkan LPM Marapalam bisa terus melengkapi peralatan yang dimiliki sehingga pendampingan webiste nagari-nagari bisa terus dilakukan dimasa yang akan datang pada 135 kecamatan tersebar di 11 kabupaten pada provinsi Sumatera Barat.

Dengan demikian, kita sangat berharap dengan terhubungnya akses komunikasi yang dapat merekayasa batas ruang, waktu & wilayah ini akan bisa menjalin komunikasi pemerintahan nagari bersama masyarakat nagarinya dengan perantau yang tersebar di nusantara hingga mancanegara, komunikasi antar nagari di Sumatera Barat serta komunikasi dengan pemerintahan daerah kabupaten & provinsi.