Minangkabau Youth Camp

Minangkabau Youth Camp dirancang untuak memperkenalkan nagari dengan segala keunikannya kepada generasi muda minangkabau yang lahir & besar diperantauan. Event ini akan dilakukan pada tanggal akhir Juni 2012 untuk mengenalkan lebih dekat kepada peserta bagaimana sistem pemerintahan nagari beserta adat salingka nagarinya serta  keindahan alam yang terdapat di nagari. Dengan begitu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila suatu nagari dijadikan lokasi MYC, yang antara lain :
  1. Sifat kooperatif pemerintahan nagari & elemen masyarakat nagarinya dalam mengorganizer event ini sehingga dalam 2-3 event yang dilansungkan pemerintahan nagari bersama-sama masyarakat nagari dengan pendampingan LPM Marapalam, nagari sudah bisa mengorganizer event ini untuk masa yang akan datang.
  2. Potensi adat & budaya serta keindahan alam di nagari & nagari sekitar. Talang Babungo adalah sebuah nagari di ranah minang yang posisinya agak tersuruk (bukan terbelakang) seperti halnya banyak nagari di ranah minang. Posisi ini seperti nagari Sulik Aie di kec. X Koto Diateh, nagari Sumpur Kudus di Sijunjung, dan banyak nagari-nagari lainnya yang bukan berada dijalur perlintasan umum (sedikit masuk kedalam) sehingga kultur masyarakatnya adatnya masih cukup kuat baik dalam  hal bergotong royong maupun memelihara tradisi minang seperti sasaran silek, musik tradisional, pasambahan dan lain sebagainya.
  3. Keindahan alam nagarinya, tentu saja banyak nagari-nagari di ranah minang yang memiliki keindahan alam yang mempesona. Namun untuk event Minangkabau Youth Camp perlu hal lebih dari sekedar keindahan alam semata, dimana keindahan alam juga harus disertai keindahan hidup banagari yang masih terjaga. Akan sulit mengorganizer event ini apabila kehidupan banagari tidak seindah alam yang ada, dimana 40-50 peserta yang akan mengikuti event ini akan berbaur dengan masyarakat nagari, sehingga perlu dukungan penuh serta keramahtamahan urang awak di kampung halaman yang bisa didapatkan oleh peserta Minangkabau Youth Camp dan nantinya akan mereka bawa pulang untuk diceritakan kembali kepada sanak keluarga dirumah & info ini bisa sharing secara luas pada media internet oleh peserta Minangkabau Youth Camp yang merupakan generasi muda tentu saja lebih familiar menggunakan media IT.
Hari 1 - 5 membuat camp di nagari Talang Babungo Hari 6-7 field trip pada hari pertama ke Jembatan Akar nagari Puluik-Puluik & Air Terjun Bayang Sani serta mengunjung kawasan Wisatan Mandeh. Hari Kedua menuju nagari-nagari di Tanah Datar antara lain menginap di nagari Sumpu, rumah gadang Tuo di nagari Balimbiang, komplek Istano Basa Pagaruyuang, situs Batu Batikam & Kubu Rajo di Limo Kaum, Balairung Sari di nagari Tabek & mengunjungi nagari tuo Pariangan.

Rute Minangkabau Youth Camp

Adapun tujuan dari Minangkabau Youth Camp ini memiliki banyak sisi yang bisa dicapai dalam satu event. Seperti yang kita tahu, pengelolaan pariwisata di ranah minang sifatnya masih dalam taraf usaha/bisnis perorangan ataupun kelompok usaha baik dalam skala kecil,menengah maupun besar. Pengelolaan pariwisata ini belum masuk dalam taraf pembangunan perekonomian nagari, sebab selama ini mindset yang ada hanyalah yang itu-itu saja, mencari investor, investor & investor. Perlu tindakan yang lebih membumi untuk memberdayakan masyarakat kita bahwa mereka mampu mengelola potensi wisata di nagari masing-masing.
Seperti yang kita tahu, nagari sebagai sistem masyarakat adat maupun nagari sebagai sistem pemerintahan juga memerlukan sebuah sistem perekonomian nagari yang bisa menyokong keuangan nagari itu sendiri. Dimasa lalu, nagari-nagari di ranah minang memiliki kemandirian mengatur pemerintahannya, adat istiadatnya, perekonomiannya serta keamanan nagarinya. Dengan melakukan pendampingan event Minangkabau Youth Camp, diharapkan nagari-nagari yang memiliki potensi wisata, baik kultur masyarakatnya, seni & budaya serta keindahan alamnya bisa menggarap potensi ini secara maksimal & bertahap.

Wali Nagari Talang Babungo Riswal Arifin & perangkat nagari Zulfitriadi Caniago ketika menerima tim LPM Marapalam, Rabu 15 Februari 2012.

Beberapa hal yang bisa diambil manfaat dari Minangkabau Youth Camp antara lain adalah :
  1. Memberikan pemasukan yang cukup berarti bagi pemerintahan nagari & masyarakat nagari, sesuai hasil rundingan dengan mak Dutamardin Umar kita sepakat setiap peserta dikenai biaya sebesar Rp. 3.500.000, untu 7 hari event MYC yang diadakan, dengan rincian 5 hari di Talang Babungo & 2 hari field ke nagari-nagari di kab. Tanah Datar & nagari-nagari di kab. Pesisir Selatan. Diharapkan 70 % dari pemasukan yang diperoleh bisa terserap ke nagari. Apabila ada 40 peserta yang mengkuti event ini, maka kalkulasinya adalah sebagai berikut :
    Rp. 3.500.000,- x 40 peserta x 70 % = Rp. 98.000.000
    Jumlah ini yang bisa masuk ke kas pemerintahan nagari & pendapatan masyarakat di nagari.
  2. Mengenalkan budaya minang & kehidupan masyarakat di nagari kepada generasi muda kita yang bermukim diperantauan, sehingga mereka yang terbiasa hidup di kota besar dengan segala rutinitasnya mendapatkan pencerahan tentang nagari & adat budaya di ranah minang. Walaupun hanya seminggu, saya kira pengalaman turun ke sawah, belajar dasar-dasar silek minangkabau & alat musik tradisi minang serta kebersamaan mengikuti ibadah shalat berjamaah disertai pengajian di surau/masjid di nagari tidak akan didapatkan di kota-kota besar tempat generasi muda ini bermukim bersama keluarganya. Dengan begitu, kita memberikan sebuah pencerahan kepada generasi muda, sehingga pada saat mereka menjadi pemimpin bangsa ini, masih ada jejak-jejak tradisi minang tertanam dalam pola pikir & dalam cara mengambil sebuah keputusan dimasa mendatang.

    Ajo Fulan Sikumbang bersama pak Zulfitriadi Caniago di Bukik Putuih, Jorong Taratak Dama, Talang Babungo, kec. Hiliran Gumanti, Solok.

  3. Membangun pariwisata yang berbasis nagari, dimana selama ini kita melihat hal ini sangat minim dilakukan oleh penggiat pariwisata di Sumbar ataupun pemda kabupaten/kota & provinsi. Menurut hemat saya, Sumbar lebih cocok dijadikan sebagai tempat perekonomian yang berbasis usaha rakyat, dikelola secara bersama, saling memberikan dukungan satu sama lain sehingga bisa meningkat kesejahteraan masyarakat di nagari-nagari.
  4. Membangun jejaring komunikasi pemuda minang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara. Sudah barang tentu setelah event ini peserta Minangkabau Youth Camp akan melanjutkan komunikasi satu sama lain, yang didasari pada minat yang sama, basic keilmuan yang sama ataupun kecenderungan membangun jaringan pertemanan dimana kemajuan IT saat ini hampir tidak bisa memisahkan perbedaan ruang & waktu. Tentu saja peserta Minangkabau Youth Camp yang berasal dari nagari yang berbeda akan bisa membangun jejaring sosial minangkabau ke depan, sehingga dimasa yang akan datang kebersamaan urang minangkabau bisa lebih dibangun jejaringnya yang menembus batas nagari.

Panorama Talang Babungo # 1 Kampung Benteng, Jorong Talang Barat, Nagari Talang Babungo Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok

Kalau boleh saya mengungkapkan, saat ini Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN) untuk setiap tahunnya hanya berkisar 150 – 250 jt. Memang untuk 19 nagari di kab. Pasaman Barat  saat ini sudah mendapatkan DAUN 1 milyar per nagari, tapi apabila kita menilik 648 nagari yang ada, 19 nagari itu  hanyalah 2,9 % dari jumlah nagari yang ada di Sumbar. Dengan adanya event Minangkabau Youth Camp ini, kita bisa berharap sekitar paling tidak 5 tahun kedepan LPM Marapalam bisa mendampingi 30-an nagari-nagari di Sumbar untuk bisa mengelola event yang sama & menjadi salah satu aset BUMNagari yang bisa menopang pendapatan nagari dimasa yang akan datang, yang dikelola sendiri oleh pemerintahan nagari bersama-sama masyarakat nagari & pengembangan potensi wisata nagari ini tetap sesuai dengan adat istiadat salingka nagari yang berazaskan ABS SBK & berlaku di setiap nagari-nagari yang memiliki potensi wisata nagari, sebab akan tetap terkontrol oleh limbago adat nagari/KAN setempat.

Untuk itulah LPM Marapalam mencoba merintis event ini dengan harapan akan bisa dilakukan pendampingan kepada nagari-nagari yang memiliki potensi mengelar event yang sama. Diharapkan 2-3 tahun mendatang ada sebuah trend baru pariwisata di ranah minang, dimana pada 2 kali dalam setahun di musim libur, pelajar/mahasiswa dari rantau mengikuti Minangkabau Youth Camp yang dilangsungkan di  nagari-nagari dengan keunikan wisatanya masing-masing, sehingga generasi muda kita tetap memiliki dasar budaya yang kuat, membangun jejaring pemuda minangkabau & mengembangkan perekonomian nagari dengan potensi wisata yang ada.

Panorama Talang Babungo # 4 Sawah terrasering yang sedang menguning di Jorong Talang Kiri, Nagari Talang Babungo Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok

Tentunya untuk melakukan hal ini perlu dilakukan sinergi dengan organisasi perantau mana saja, koordinasi dengan pemda kabupaten setempat serta kesabaran mendampingi pemerintahan nagari & masyarakatnya. Untuk itu, apabila ada dari angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak yang ingin mampasamokan hal ini, insya Allah indak cukuik jo tapak tangan, jo nyiru kito tampuang.
******

Berikut susunan jadwal Minangkabau Youth Camp selama 7 hari

Hari 1.

  • Berangkat dari Padang  menuju nagari Talang Babungo
  • Tiba di Talang Babungo disambut oleh pemerintahan nagari dengan seremonial silek galombang
  • Koordinasi dengan panitia setempat & mendirikan tenda perkemahan.
  • Shalat Ashar berjamaah
  • Ramah tamah dengan masyarakat nagari di area camp.
  • Mandi sore
  • Shalat maghrib berjamaah & pengajian serta shalat Isya berjamaah.
  • Makan Malam & Atraksi seni tradisi minangkabau yaitu Randai dari anak nagari Talang Babungo di lokasi camp.
  • Istirahat.

Bunga yang unik di Talang Babungo, sayang kami tidak bisa memperoleh nama dari bunga ini setelah mencari tahu dari beberapa penduduk setempat & perangkat nagari.

Hari 2

  • Shalat Subuh berjamah & pengajian shubuh
  • Mandi Pagi
  • Sarapan
  • Wisata Nagari, mulai dari agrowisata, kerajinan tangan & ekowisata di Talang Babungo.
  • Shalat Zhuhur berjamaah
  • Makan Siang
  • Memperlajari seni tradisi minangkabau yaitu seni musik tradisi minang.
  • Shalat Asyar berjamaah
  • Mempelajari silek tradisi minangkabau.
  • Mandi Sore
  • Shalat maghrib berjamaah & pengajian hingga shalat Isya berjamaah.
  • Makan Malam & Atraksi seni tradisi saluang di lokasi camp.
  • Istirahat

Batang Sungai Rambutan di Jorong Tabek nagari Talang Babungo.

Hari 3

  • Shalat Subuh berjamah & pengajian shubuh
  • Mandi Pagi
  • Sarapan
  • Wisata Nagari,  hari balai nagari  Alahan Panjang,  wisata kuliner  & tracking ke Danau Dibawah.
  • Shalat Zhuhur berjamaah
  • Makan Siang
  • Tracking ke Danau Diateh & Agrowisata  serta mengunjungi pemukiman penduduk di nagari Simpang Tanjuang Nan IV.
  • Kembali ke camp
  • Shalat Asyar berjamaah
  • Mempelajari Silek tradisi minangkabau
  • Mandi Sore
  • Shalat maghrib berjamaah & pengajian hingga shalat Isya berjamaah.
  • Makan Malam & tanya jawab seputar adat & sejarah minangkabau.
  • Istirahat

Panorama Talang Babungo # 5. Panorama yang menawan di pagi hari di Jorong Tabek, Nagari Talang Babungo Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok

Hari 4

  • Shalat Subuh berjamah & pengajian shubuh
  • Mandi Pagi
  • Sarapan
  • Bakti sosial ke masyarakat nagari dengan melakukan penghijauan tanaman produktif & kunjungan ke Nagari Sarik Alahan Tigo.
  • Shalat Zhuhur berjamaah
  • Makan Siang
  • Memperlajari seni tradisi minangkabau yaitu seni musik tradisi minang.
  • Shalat Asyar berjamaah
  • Seni Tradisi Silek Minangkabau.
  • Mandi Sore
  • Shalat maghrib berjamaah & pengajian hingga shalat Isya berjamaah.
  • Makan Malam & Atraksi silek  minang di lokasi camp
  • Istirahat

Ternyata ajo Fulan punya bakat fotografi dengan hasil jepretannya, Jorong Tabek nagari Talang Babungo

Hari 5

  • Shalat Subuh berjamah & pengajian shubuh
  • Mandi Pagi
  • Sarapan
  • Berbaur dengan masyarakat nagari, mengikuti kegiatan masyarakat nagari pada pagi hingga siang hari, mulai dari ke sawah, parak, kerajinan (kelompok dipecah sesuai interest masing-masing – acara bebas)
  • Shalat Zhuhur & Asyar berjamaah (Jama’ & Qashar)
  • Makan Siang
  • Membongkar area perkemahan
  • Kegiatan dari pemda kab. Solok.
  • Pelepasan peserta Minangkabau Youth Camp oleh pemerintahan nagari & masyarakat nagari Talang Babungo
  • Berangkat menuju  Painan
  • chek in Hotel Annordio
  • Mandi Sore
  • Shalat maghrib & Isya berjamaah (Jama’ & Qashar).
  • Makan Malam & acara bebas di kota Painan
  • Istirahat

Bunga Tilambuak Ayam, ukuran bunga ini sebesar bola pingpong hingga bola tenis, nagari Talang Babungo

Hari 6 (field trip)

  • Shalat Shubuh berjamaah
  • Mandi Pagi
  • Sarapan di hotel
  • Kunjungan wisata ke nagari Puluik-Puluik Jembatan Akar & Nagari Bayang ke Air Terjun Bayang Sani.
  • Shalat Zhuhur & Ashar  berjamah (Jama’ & Qashar)
  • Makan Siang
  • Menuju Carocok Beach, Pulau Cubadak & Pulau Marak.
  • Berangkat menuju Batusangkar
  • Shalat Maghrib & Isya berjamaah (Jama’ & Qashar) diperjalanan
  • Makan malam
  • Chek in hotel di Nagari Sumpu danau Singkarak.
  • Istirahat

Agrowisata pertanian cabe dengan panorama pengunungan yang indah di jorong Taratak Dama, nagari Talang Babungo.

Hari 7 (field trip)

  • Shalat Subuh berjamaah
  • Mandi Pagi
  • Sarapan
  • Wisata nagari Balimbiang kec. Rambatan mengujungi situs rumah gadang tuo.
  • Menuju komplek Istano Basa Pagaruyung
  • Shalat Zhuhur & Ashar berjamaah (Jama’ & Qashar)
  • Makan siang
  • Menuju situs Kubu Rajo & Batu Batikam nagari Limo Kaum
  • Menuju situs Balairung Sari di Nagari Tabek
  • Wisata Nagari Tuo Pariangan
  • Kembali ke Padang via Malalak  – Sicincin – Kurai Taji – Pariaman – Sunua – Ulakan – Katapiang – BIM.
wasalam
Armen Zulkarnain
Video dokumentasi LPM Marapalam untuk promo event Minangkabau Youth Camp yang insya Allah
akan diselenggarakan basamo-samo Solok Saiyo Sakato (S3) & Mappas di kanagarian Talang Babungo,
kec. Hiliran Gumanti, kab. Solok akhir Juni 2102 mendatang.
Silek Kurambik, salah satu bungo adat yang juga disebut seni tradisi di minangkabau,
diperagakan oleh kelompok seni Aluang Buniang, Kanagarian Talang Babungo, Hiliran Gumanti kab. Solok.
Nantinya peserta Minangkabau Youth Camp akan mengikuti materi pelatihan silek tuo minangkabau
selama berada 5 hari di kanagarian Talang Babungo.

Ajo Fulan Sikumbang bersama pak Zulfitriadi Caniago di Taratak Dama, Talang Babungo, kec. Hiliran Gumanti, Solo

Batang Gumanti yang membelah nagari Talang Babungo, Sariak Alahan Tigo & Sungai Abu di kec. Hiliran Gumanti kab Solok. Banyak yang tidak bahwa inilah hulu sungai Batang Hari yang membelah kota Jambi hingga ke Kuala tungkal yang merupakan salah sungai penting di Minangkabau pada masa lalu.

Jembatan buai batang Gumanti jorong Pinti Kayu di nagari Talang Babungo

Mengisi cetakan gula saka tabu pada tempurung kelapa yang menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Talang Babungo. Varietas tebu mulai diusahakan sejak 1984 ketika dilangsungkan pertukaran pemuda Indonesia - Kanada yang dilangsungkan di Talang Babungo masa itu.

Panorama Talang Babungo dari jorong Taratak Jarang.

Sawah terraserring di Talang Barat nagari Talang Babungo.

Padi hampo di Talang Timur yang disebabkan irigasi yang minim, padi ini tidak dipanen oleh masyarakat nagari Talang Babungo.

Panorama malam hari di Talang Babungo.

Pak Muih Tanjung, pengrajin lapiak rotan dari Talang Babungo

Surau di Jorong Taratak Jarang Nagari Talang Babungo dari titik yang direncanakan sebagai lokasi perkemahan. Peserta Minangkabau Youth Camp akan melakukan shalat 5 waktu di surau ini selama 5 hari (18 - 22 Juni 2012). Sesuai agenda kegiatan, setelah shalat shubuh & sesudah shalat maghrib akan dilakukan pengajian agama & adat minangkabau untuk peserta Minangkabau Youth Camp

Lokasi area camp untuk event Minangkabau Youth Camp sering gunakan oleh pramuka di kab Solok karena panoramanya yang indah, dilengkapi 3 pincuran air gungung, 1 gedung ukuran 6 x 12 meter yang bisa digunakan untuk panitia/organizer dengan daya tampung 25 tenda ukuran 4 x 2.5 meter dengan total kapasitas 200 peserta.

Masyarakat Nagari Talang Babungo yang bersama-sama bergotong royong menyabit padi di persawahan. Gotong royong masih merupakan cara yang lazim dipakai oleh masyarakat nagari Talang Babungo, dimana mulai dari proses penanaman, penyiangan, pemupukan, penyabitan hingga merontokan bulir-bulir padi dilakukan bersama-sama anggota kelompok tani. Hanya proses pembajakan yang diupahkan sebab tidak seluruh penduduk nagari saat ini yang memiliki mesin bajak ataupun alat bajak tradisional yang menggunakan tenaga kerbau.

Silek-Kurambik

Silek-Pangian

Pupuik Tanduak Kabau

Saluang


About these ads

6 comments on “Minangkabau Youth Camp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s